Terima Kasih telah mengunjungi blog aniqrafa.semoga bermanfaat

Minggu, 12 Desember 2010

upaya mengatasi menopause

          saalah satu upaya mengatasi masalah pada menopause adalah hormone replacement therapy (HRT), yaitu pemberian hormon estrogen dan progesteron sebagai pengganti. bentuknya macam-macam, bisa pil, krim, maupun skin patches(koyo). upaya lain untuk mempertahankan kondisi tubuh adalah makan secara seimbang. memilih makanan yg rendah lemak. bayak makan sayur,buah, dan biji-bijian. vitamin, mineral dan serat dalammakanan it akan membantu pencernaan dan metabolismetubuh.
        harus dihindari makanan berkadar garam tinggi seperti sosis, ikan dan daging asapjuga hindari makanan dan minuman yang mengandung byak gula seperti kue, sirup, dan minuman ringan. olahraga merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mempertahankan kebugaran. olahraga teratur akan menyehatkan jantung dan tulang, mengatur berat badan, menyegarkan tubuh, dan memperbiki suasana hati.
          jarang berolahraga menyebabkan peredaran darah kurang lancar, otot lemah, napas pendek, serta masa tulang cepat berkurang. hal itu menyebabkn rentan terhadap gangguan kardiovaskular, darah tinggi, kegemukan, diabetes, nyeri tulang, osteoporosis, dan depresi. mereka yang teratur jalan kaki, jogimg, berenang, naek speda, dansa atau aktivitas aerobik lain lebih mudah mengatasi gangguan ini. penelitian menunjukan, olahraga mengurangi resiko kematian akibat serangan jantung dan kanker.

makanan fungsional untuk wanita menopause
          khusus perempuan menopause sebaiknya mengkonsumsi:
tahu, tauco, susu kedelai, kacang tunggak,bengkuang, tokbi, hingga biji-bijian seperti gandum, wijen, dan biji bunga matahari. disarankan juga agar makanan sehari-hari bagi perempuan yang memasuki masa menopause banyak mengandung unsur mineral dan vitamin.keduanya bermanfaat bagi perawatan kesehatanorgan tubuh dan alat reproduksi.
         vitamin A, misalnya, bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan kulit, mata dan mukosa. vitamin B komleks untukmencegah rasa lelah serta menjaga stabilits emosi. vitamin C di butuhkan dalam menjaga fungsi kolagen, sehingga mengurangi keriput dan menjagakekebalan tubuh dan infeksi dan alergi. vitamin D untuk mencegah osteoporisis, sedangkan vitamin E membantu mengurangi gejala pans serta keluhan psikologis. mineral bermanfaat untuk menambah energi, mineral yang palig penting untuk wanita menopause adalah kalsium. dibutuhkan setidaknya 1000-1500 miligram kalsium setiap hari.
(mangoenprasodjo,2005)

slide aniq_rafa

Jumat, 10 Desember 2010

Mencegah katarak

Katarak dapat d cegah dengan:
  • Menjaga kadar gula darah selalu normal pada penderita diabetes mellitus
  • Senantiasa menjaga kesehatan mata
  • mengkonsumsi makanan yg dapat melindungi kelainan degenerative pada mata dan antioksidan seperti buah-buahan mengandung vit C, minyak sayur, sayuran hijau, kacang-kacangan, kecambah, buncis, telur, hati dan susu yang merupakan makanan dengan kandunngan vit E, selenium, dan tembaga tinggi. Vit C dan E dapat memperjelas penglihatan dan merupakan antioksidan yang dapat meminimalisasi kerusakan oksidatif pada mata, sebagai salah satu penyebab katarak. Hasil penelitian bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi multivitamin atau suplemen lain yang mengandung vit C dan E dapat mengurangi terkena katarak 60% lebih kecil.
  • Bagi yang kosentrasi plasma darah yang tinggi oleh dua atau tiga jenis antioksidan (vit C, vit E, dan karotenoid) memili resiko terserang katarak lebih rendah dibandingkan oleh orang yang konsentrasi salah satu atau lebih antioksidannya lebih rendah.
  • Hasil penelitian oleh farida(1998-1999) menunjukan, masyarakat yang pola makannya riboflavin(vit B2) beresiko lebih tinggi terserang katarak. Harus memakan makanan sumber riboflavin seperti daging, sayur, telur, sauran hijau seperti kol, brokoli, asparagus, serta biji-bijian.
Jadi cegah katarak dengan sayur hijau, vit C seperti jeruk, anggur, ubi jalar, nenas, ikan laut.

Kiat-kiat mencegah katarak agar tidak semakin parah :
  • Jika memakai kacamata atau lensa kontak, pastikan ukurannya tepat
  • Gunakan kacamata baca untuk membaca
  • Perbaiki pencahayaan dirumah dengan lampu yang lebih terang. Saat ke luar rumah di siang hari, pakai kacamata untuk mengurangi silau
  • Batasi menyetir di malam hari

Langkah-langkah untuk mencegah katarak :
  • Hidari rokok
  • Makanlah nutrisi seimbang
  • Lindungi mata dari matahari
  • Pelihara masalah kesehatan dengan ikuti petunjuk dokter (mangoenprasodjo,2005)

Rabu, 08 Desember 2010

cara mengurangi pengaruh serbuk sari di udara

  • hindari berada di luar sore hari saat serbuk sari tinggi konsentrasinya di udara
  • usahakan tetap di dalam ruangan saat serbuk sari tinggi kosentrasinya di udara
  • tutup jendela saat tidur untuk mencegah serbuk sari masuk pada malam yang tenang
  • pakailah kaca mata hitam untuk mencegah serbuk sari masuk ke mata
  • mintalah bantuan seseorang untuk memotong rumput
  • saat berada di dalam mobil, tutup pintu dan jendela mobil; usahakan agar mobil anda memiliki sistem ventilasi udara yang baik
  • pergilah berlibur ke pantai, angin laut akan menahan serbuk sari tetap berada di daratan
  • mandi dan cuci lah rambut anda malam hari untuk menghilangkan alergi serbuk sari yang mungkin menempel (cooper,2007)

Senin, 06 Desember 2010

kesehatan reproduksi

Indonesia dengan situasi geografis dimana terdapat 1300 pulau besar dan kecil, penyebaran penduduk yang belum merata, tingkat sosial ekonomi dan pendidikan belum memadai, sehingga menyebabkan kurang kemampuan dalam menjangkau tingkat kesehatan tertentu.
       Masalah kesehatan reproduksi menjadi perhatian bersama dan bukan hanya individu yang bersangkutan, kaena dampaknya luas menyangkut berbagai aspek kehidupa dan menjadiparameter kemampuan negara dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. dengan demikian kesehatan alat reproduksi sangat erat hubungannya dengan kematian ibu (AKI) dan angka kematian anak (AKA). dengan survei kesehatan rumahtangga yaitu: AKI sebayak 3,9%/1000 dan AKA sebanyak 70%/1000. dengan demikian masalah ini merupakan tantangan besar bagi upaya meningkatkan sumber daya manusia.
      Sebagai ketetapan yang di maksudkan dengan kesehatan reproduksi adalah kemampuan seorang wanita untuk memanfaatkan alat reproduksi dan mengatur kesuburannya(fertilitas) dapat menjalani kehamilan dan persalinan secara aman serta mendapatkan bayi tanpa resiko apapun dan selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal.dalam survei yang di lahukan WHO, menetapkan 5 jenis ketentuan sebagai kriteria klasifikasi wanita yaitu: kesehatan, perkawinan, pendidikan, pekerjaan, dan persamaaan.
      Sadar akan keadaan demikian pemerintah dan di ikuti oleh kalangan swasta telah mendirikan pusat-pusat kesehatan untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat. di samping itu penyebaran bidan di desa merupakan gagasan pemerintah untuk menggantikan peranan dukun yang masih dominan di tengah masyarakat, sehingga mendapatkan pelayanan yang bermutu dan menyeluruh.meskipun angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian anak (AKA) masih belum dapat di turunkan dengan berarti. keadaan ini dapat berubah bila mengikut sertakan masyarakat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan, dengan secara aktf mengambil bagian untuk memelihara kesehatannya.
      Disamping itu dalam pelayanan dan pertolongan persalinan telah di upayakan dengan memakai sistem partograf WHO, sehingga ibu hamil dan bersalin dikirimkan pada tingkat garis"waspada". keberhasilan dalam pelaksanaan gagasan ini tergantung pada kemampuan dalam memberikan pengawasan selama hamil (antenatal) serta konsultasi gizi. keluarga berencana juga memegang peran penting untuk dapat mengatur jarak kehamilan, mengatur jumlah kehamilan (sehingga komplikasi dapat di tekan), dan meningkatkan usia kawin dan hamil sampai mencapai masa reproduksi yang sehat.
      Dengan demikian kesehatan reproduksi merupakan masalah vital dalam pembangunan kesehatan umumnya, karena tidak akan dapat di selesaikan dengan jalan melakukan tindakan kuratif (pengobatan), tetapi jauh daripada itu merupakan masalah masyarakat yang masih dapat di perbaiki. indonesia dianggap telah berhasil untuk mengatur kesehatan reproduksi melalui gerakan keluarga berencana, sehingga sampai saat ini, telah dicapai penurunan tingkat pertumbuhan penduduk 1,9% pertahun dari 4,2% pertahun pada tahun 1970 dan ditambah makin meningkatnya kesehatan.
     Meskipun demikian upaya untuk meningkatkan derajat kehidupan wanita melalui perluasan lapangan kerja, meningkatkan pendidikan dan persamaan hak dan kewajiban terutama kesehatan reproduksi. dilain pihak yang mengecewakan adalah makin meningkatnya faktor infeksi alat produksi, oleh karena terjadi semacam revolusi seksual yang menjurus kearah liberalisme, dengan makin derasnya arus informasi pada era globalisasi dunia. infeksi mempunyai akibat yang menyedihkan pada keshatan reproduksi yang berakhir dengan infertilasi (kemandulan) dan meningkatnya kejadian kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan)
      Untuk mencapai sasaran agar tercapai kesehatan alat reproduksi perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan dan diagnosa dini. masalah dan tindakan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas manusia padda berbagai periode daur kehdupan manusia dapat d kemukakan bahwa terdapat masalah yang mempengaruhi reproduksi yang mencakup gizi untuk menjamin pertumbuhan sempurna; infeksi yang di dapat karena perilaku seksual ang tidak higenis; paritas (hamil dan lahir hidup) dengan interfal kurang dari 2tahun, jumlah kehamilan di atas 4x, umur saat hamil terlalu muda, (kurang 20tahun) atau sudah tua (diatas 35tahun); proses degenerasi (kemunduran) dimana terjadi keganasan yang memerlukan kemampuan melakukan deteksi dini, sehingga kesembuhan dapat di jamin dengan pengobatan.
      Dengan tercapainya kesejahteraan masyarakat di harapkan tercapai kesehatan reproduksi yang prima, dan dapat menghasilkan status politik,sosial ekonomi, budaya, ketahanan dan keamanan keluarga tinggi, yang sangat berpengaruh terhadap kulitas individudan akhirnya secara berantaidapat meningkatkan kualitas masyarakat dan pelayanan kesehatan masyarakat.
      Secara rinci dapat di kemukakan bahwa pada masa remaja penekanan pada bagaimana menghindari bahaya infeksi alat reproduksi sehingga terhindar dari komlikasi, masa reproduksi kesehatan dapat di jaga  dengan memanfaatkan metode keluarga berencana, sehingga jumlah dan inteval kehamilan dapat di perhitungkan untuk meningkatkan kualitas reproduksi dan kualitas generasi.(Manuaba,1999).

Penyakit gizi anak

Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan syarat mutlak menuju pembangunan di segala bidang. Status gizi merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas SDM terutama yang rekait dengan kecerdasan, produktivitas, dan kreativitas.
Sementara itu, Indonesia menghadapi 4 masalah gizi utama sampai akhir masa pembangunan Janka Panjang Tahap 1(1969/1970-1994/95) yaitu:
  1. Kurang kalori protein dan obesitas/ kegemukan(masalah gizi ganda)
  2. Kurang vitamin A (KVA)
  3. Ganggua akibat kurang iodium (GAKI)
  4. Anemia zat besi
Kurang energy protein
Kurang energy protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kebutuhan gizi(AKG).

Klasifikasi
           Berbagai istilah, klasifikasi, dan diagnostic telah di gunakan serta berubah-ubah dari masa ke masa.Di Indonesia, klasifikasi dan istilah yang di gunakan sesuai dengan hasil lokakarya antropometri gizi, 29-30 mei 1975.
  1. KEP ringan, bila berat badan menurut umur (BB/U)=80-70% baku median WHO-NCHS dan/ atau berat  badan menurut tinggi badan (BB/TB)=90-80% baku median WHO-NCHS
  2. KEP sedang, bila berat badan menurut umur (BB/U)=70-60% baku median WHO-NCHS dan/ atau berat  badan menurut tinggi badan (BB/TB)=80-70% baku median WHO-NCHS
  3. KEP berat, bila berat badan menurut umur (BB/U)=<60% baku median WHO-NCHS dan/ atau berat  badan menurut tinggi badan (BB/TB)=<70% baku median WHO-NCHS
Manisvestasi klinis
       KEP berat secara klinis terdapat 3 tipe yaitu kwashiorkor, marasmus, dan marasmik-kwash-iorkor. KEP ringan atau sedang disertai edema yang bukan karena penyakit lain disebut KEP berat tipe kwashiorkor
     a.  KEP berat tipe kwashiorkor
  •  Edema, umumnya seluluh tubuh dan terutama pada kaki ( dorsum pedis)
  •  Wajah membulat dan sembab
  • Pandangan mata sayu
  • Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah di cabut tanpa rasa sakit, rontok
  • Perubahan setatus mental: cengeng, rewel, kadang apatis
  • Pembesaran hati
  • Otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila di periksa pada posisi berdiri atau duduk
  • Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas
  • Sering di sertai: infeksi, anemia, diare.
    b.  KEP berat tipe meramus
  • Tampak sangat kurus, hingga tulang terbungkus kulit
  • Wajah seperti orang tua
  • Cengeng, rewel
  • Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada
  • Perut cekung 
  • Sering di sertai: penyakit kronik, diare kronik.
  c.  KEP berat tipe merasmik- kwashiorkor
Gambar klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus, dengan BB/U< 60% baku median WHO-NCHS di sertai edema yang tidak mencolok.

Pada setia penderita KEP berat, selalu periksa adanya gejala definisi nutrient mikro yang sering menyertai seperti xerophthalmia (definisi vitamin A) anemia (definisi Fe, Cu, vitamin B12, asam folat), stromatis (vitamin B,C), dll

Penatalaksanaan
Pasien KEP berat dirawat inap dengan pengobatan rutin sebagai berikut:
  1.  Atasi/ cegah hipoglikemia
  • Periksa kadar gula darah bila ada hipotemia(suhu aksla<35derajat celcius, suhu rectal 35,5 derajat celcius). Pemberian makanan yang lebih sering penting untuk mencegah kedua kondisi tersebut.
  • Bila kadar gula darah di bawah 50mg/dl, berikan: 
  •  50 ml bolus glukosa 10% atau larutan sukrosa 10% (1 sdt gula dalam 5 sdm air) secara oral atau sonde/ pipa nasogastrik
  • Selanjutnya berikan larutan tersebut setiap 30menit selama 2jam (setiap kali berikan ¼ bagian dari jatah untuk 2jam)
  •  Berika anti biotic  
  • secepatnya berikan makan etiap 2jam, siang Dan malam

     2. Atasi/ cegah hipotermia
         Bila suhu rectal <35,5 derajat celcius:
  •  Segera beri makanan cair/ formal khusus (mulai dengan rehidrasi bila perlu)
  •  Hangatka anak dengan pakaian atau selimut sampainmenutup kepala, letakan dekat lampu atau pemanas(jangan gunakan botol air panas) atau peluk anak di dada ibu, selimut
  • Berikan antibiotic
  • Suhu di periksa sampai mencapai >36,5 derajat celcius 
      3. Atasi/ cegah dehidrasi
         Semua anak KEP berat dengan diare encer jika mengalami dehidrasi sehingga harus di beri:
  • Cairan resomal/ penganti sebanyak 5ml/kgBB setiap 30menit selama 2jam secar oral atau lewat pipa nasogastrik
  •  Selanjutnya 5-10ml/kgBB/jam selama 4-10 jam berikutnya; jumlah yang tepat yang harus di berikan tergantung berapa banyak anak menginginkannya dan banyaknya kehilangan cairan melalui tinja dan muntah
  • Ganti resomal/ pengganti pada jam ke-6 dan ke-10 dengan formula khusus sejumlah yang sama, bila keadaan rehidrasi menetap/stbil
  • Selanjutnya mulai beri fofmula khusus.

     4.    Koreksi gangguan keseimbangan elektrolit
            Pada semua KEP berat terjadi kelebihan natrium tubuh, walaupun kadar Na plasma rendah    Defisiensi kalium (K) dan magnesium (Mg) sering terjadi dan paling sedikit perlu 2minggu untuk pemulihan. Ketidakkeseimbangan ini ikut andil pada terjadinya edema (jangan obati dengan pemberian deundrik). Berikan:
  •  Tambahan K 2-4 mEq/kgBB/hari(=150-300mg KCL/kgBB/hari)
  •  Tambahan Mg 0,3-0,6 mEq/kgBB/hari(=7,5-15mgKCL/kgBB/hari)
  •  Siapkan makanan tanpa di beri garam
  •  Tambahan K dan Mg dapat di siapkan dalam bentuk cairan dan di tambahkan langsung pada makanan. Penambahan 20ml larutan pada 1liter formula.
    5.  Obati/ cegahinfeksi
         Antibiotic spectrum luas dengan pilihan:
  •  Bila tanpa komplikasi, kotrimoksasol 5ml, suspensi pediatri secara oral , 2x sehari selama 5hari (2,5ml bila BB<4kg)atau
  • Bila anak sekali berat (apatis, letargi) atau ada komlikasi (hipoglikemia, hipotermia, infeksi kulit, saluran nafas atau saluran kencing), beri ampisilin 50mg/kgBB/IM/IV setiap 6jam selama 2hari, kemudian secara oral amoksisilin 15mg/kgBB/IM/IV setiap 8jam selama 5hari. Bila amoksisilin tidak ada teruskan ampisilin 50mg/kgBB/IM/IV setiap 6jam secara oral.
     6.    Koreksi defisiensi nutrient mikro 
     7.     Mulai pemberian makanan
     8.     Fasilitas tubuh kejar
     9.    Sediakan stimulasi sensorik dan dukungan emosi/ mental 
    10.  Siapkan follow up setelah sembuh

AIDS

AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh secara bertahap yang di sebabkan oleh infeksi human immunodeficiency virus (HIV).
Penyakit ini di cirikan dengan timbulnya berbagai penyakit infeksi bakteri, jamur, parasit, dan virus yang bersifat oportunistik atau keganasan seperti sarcoma Kaposi dan limfoma primer di otak. Dengan di tegakkannya penyakit-penyakit tersebut, meskipun hasil pemeriksaan laboraturium untuk infeksi HIV belum di lakukan atau tidak dapat di ambil kesimpulan, maka diagnosis AIDS telah dapat di tegakkan.
Etiologi
HIV merupakan retrovirus penyebab penyakit devisiensi imun ini.
Epidemologi
Di Indonesia kasus aids pertama kali di temukan pada tanggal 5 april 1987 di bali pada seorang wisatawan belanda. Menurut dirjen pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan pemukiman depkes RI, jumlah kumulatif jumlahkasus HIV/AIDS(+) per januari 2000 adalah 1080 kasus yang terdiri dari 794 kasus HIV(+) dan 286 kasus AIDS.
Pathogenesis
HIV masuk tubuh manusia terutama melalui darah, semen dan secret vagina, serta transmisi dari ibu ke anak. 3 cara penularan HIV sbb:
1.        Hubungan seksual, baik secara vaginal, oral, maupun anal dengan seorang pengidap.
2.       Kontak langsung dengan darah, produk darah, atau jarum suntik. Yang mempunyai resiko >90%. Pemakaian jarum suntik bersama.
3.       Transmisi secara vertical dari ibu hamil pengidap HIV kepada bayinya melalui plasenta. Resiko penularannya 25-40%.
Setelah masuk tubuh, virus menuju ke kelenjar limfe dan berada dalam sel dendrite selama beberapa hari. Kemudian terjadi sindrom retroviral akut seperti flu(serupa infeksi mononucleosis) di sertai viremia hebat dengan keterlibatan berbagai kelenjar limfe.pada tubuh timbul respons imun humoral maupun seluler. Sindrom ini akan hilang sendiri setelah 1-3 minggu. Kadar virus yang tinggi dalam darah dpat di turunkan oleh system imun tubuh. Proses ini berlangsung berminggu2 sampai terjadi keseimbangan antar pembentuk virus baru dan upaya eliminasi oleh respons imun. Titik keseimbangan yang di sebut set point ini penting karena menentukan perjalanan penyakit selanjutnya. Bila tinggi, perjalanan penyakit menuju AIDS akan belangsung lebih cepat.
Serokonfersi (perubahan anti biotic negative menjadi positif) terjadi 1-3 bulan setelah infeksi. Kemudian pasien akan memasuki masa tanpa gejala.

(Mansjoer,arif.2001)